• Jakarta
  • September 17, 2021
0 Comments
Spread the love

JAKARTA: Pekan ketiga awal tahun 2021 ini penambahan terkonfirmasi positif pandemi virus corona (Covid-19) sungguh mencemaskan setelah Sabtu (16/1/2021) tercatat rekor tertinggi untuk keempat kalinya dengan 14.224 kasus baru. Menghadapi lonjakan demi lonjakan kasus baru positif itu pemerintah makin menggencarkan edukasi vaksinisasi dan memasifkan testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment atau 3 T.

Quattick rekor tertinggi penambahan harian positif Covid-19 itu disampaikan pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Dalam 24 jam terakhir pemerintah melaporkan adanya penambahan 14.224 kasus positif Covid-19. Dengan penambahan tersebut, hingga Sabtu (16/1/2021), tercatat ada 896.642 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Angka 14.224 tersebut merupakan penambahan kasus harian tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali terkonfirmasi pada 2 Maret 2020. Dalam sepekan, rekor ini memecahkan pemecahan rekor tertinggi sebelumnya 12.818 kasus baru (Jumat, 15/1/2021), 11.557 (Kamis, 14/1/2021) dan 11.278 (Rabu, 13/1/2021).

Menurut data Sabtu, juga dilaporkan penambahan 283 kasus kematian. Dengan demikian, pasien Covid-19 meninggal dunia menjadi 25.767 orang. Sementara itu, pasien sembuh bertambah 7.662 orang, sehingga jumlahnya menjadi 727.358 orang.

Saat ini ada 69.414 kasus suspek Covid-19 di Tanah Air. Kasus Covid-19 telah menyebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Edukasi Vaksin

Dalam menekan laju penularan Covid-19 pemerintah Indonesia menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, sejak Rabu (13/1/2021) melaksanakan vaksinasi lalu di Istana Merdeka, yang ditandai oleh Presiden Joko Widodo sebagai penerima perdana. Selain vaksin, pemerintah juga akan terus melakukan upaya pencegahan. Karena hal ini penting untuk menekan laju penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.

Lebih lanjut Wiku mengemukakan, disiplin protokol kesehatan 3 M – memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak – diperketat dan upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment akan dimasifkan. Pemerintah di berbagai tingkatan, Kepolisian, TNI dibantu organisasi masyarakat akan terus bekerja keras meningkatkan pengawasan dan juga meningkatkan sistem pelacakan untuk memastikan tidak ada kemunculan kasus baru.

“Prioritas pemerintah, hal terpenting dan utama adalah menjaga keselamatan rakyat Indonesia. Semua upaya, kita akan fokuskan dalam mencegah kematian, terutama mereka yang berada di garis terdepan penanganan Covid-19,” tegas Wiku seperti dilaporkan Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional .

Satgas menilai bahwa memberi pemahaman akan manfaat vaksin Covid-19 kepada masyarakat, jauh lebih penting daripada menjatuhkan sanksi. Karena dengan pemahaman masyarakat yang baik terhadap vaksin, maka mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity akan lebih mudah.

“Sebelum menjatuhkan sanksi atau denda, kita harus membuat masyarakat mengerti. Karena ini adalah kunci keberhasilan herd immunity. Jika kita divaksinasi, maka kita bisa melindungi yang lain begitupun sebaliknya,” jelas Wiku kepada media internasional dalam agenda International Media Briefing secara daring di Gedung BNPB, Kamis (14/1/2021).

Dengan memahami pentingnya Vaksinasi Covid-19, maka masyarakat juga dapat ambil bagian dalam upaya melindungi diri sendiri dan juga negaranya. Dan Satgas Penanganan Covid-19 juga akan terus menginformasikan kepada masyarakat tentang perkembangan vaksinasi di Indonesia.

Meski demikian, Satgas Penanganan Covid-19 juga menyadari bahwa terdapat sekelompok kecil masyarakat yang menyangsikan manfaat dari vaksin Covid-19. Hal itu menurut Wiku dikarenakan adanya kelompok masyarakat itu tersebut juga dihadapi pemerintah negara lain di dunia.

Hal ini bisa disebabkan pandemi Covid-19 adalah suatu hal yang baru, dan masyarakat belum siap menghadapinya. Dan masyarakat juga sebenarnya tidak tahu apa yang sedang terjadi dan kenapa harus adanya program vaksinasi. Meskipun vaksinasi adalah salah satu bentuk intervensi medis untuk melindungi masyarakat dari terpapar virus Covid-19.

“Itulah kenapa pentingnya mengedukasi masyarakat secara konsisten dan terus menerus, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dan kami berupaya untuk membuat masyarakat memahami, bahwa untuk melindungi seluruh penduduk kita harus mencapai herd immunity,” lanjut Wiku. ***

Author

biru_karyaabadi@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *