• Jakarta
  • September 18, 2021
0 Comments
Spread the love

JAKARTA: Program open banking API mempertemukan perbankan dengan fintech atau start-up dalam satu platform ekosistem digital. Sinergi yang tak hanya menguntungkan bank, nasabah, dan fintech, tapi juga menjadi pendorong inklusi keuangan di Tanah Air.

Mengacu pada visi sistem pembayaran Indonesia tahun 2025 yang digagas Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuanga (OJK), sejumlah bank nasional kini telah menerapkan open banking melalui Application Programming Interface (API). Program ini memungkinkan bank, financial technology (fintech) atau start-up membuka data dan informasi keuangan yang terkait dengan transaksi pembayaran dari nasabahnya secara resiprokal (prinsip kesetaraan).

Ada tiga pihak yang terlibat dalam implementasi API, yakni nasabah sebagai pemilik data, bank, dan fintech  dengan model kolaboratif. Model ini mendorong keterbukaan informasi keuangan bank dan fintech kepada pihak ketiga secara aman. Masyarakat dimudahkan dalam melakukan transaksi dan memungkinkan terjadinya aktivitas interlink dua pihak atau lebih yang tidak terafiliasi untuk meningkatkan kapabilitas masing-masing pihak. 

Regulator, baik BI maupun OJK, juga sudah merumuskan regulasi open banking API, antara lain dengan mempersiapkan digital ID, pembangunan data hub, pengaturan data protection, termasuk consumer consent dan cloud policy. Industri perbankan nasional, fintech, dan nasabah harus turut mendukung program ini karena memberikan peluang bagi ketiga pihak yang terkait untuk mendapatkan manfaat optimal dalam melakukan transaksi pembayaran.

Institusi perbankan adalah satu pihak yang sejak awal begitu antusias menyambut penerapan open banking API ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah salah satunya. Bank BUMN terbesar di Indonesia ini sejak awal memahami pentingnya inisiatif ini. Bahkan, Bank Mandiri sejatinya telah lama menggunakan model kolaboratif dengan mitra e-commerce untuk integrasi layanan produk mandiri e-money, jauh sebelum program open banking API ini diperkenalkan.

“Memang konsekuensinya saat itu kita harus membangun koneksi langsung antara Bank Mandiri dengan mitra. Konsekuensi lainnya adalah biaya yang tinggi untuk membangun koneksi tersebut serta waktu dan kebutuhan resource yang intens. Dengan adanya API semua bisa keterbatasan ini bisa dilampaui,” ungkap Sunarto Xie, Senior Vice President of Digital Banking Bank Mandiri.

Itulah mengapa Bank Mandiri menyambut antusias karena open banking API menjadi bagian dari roadmap transformasi digital Bank Mandiri dan menjadi katalis pertumbuhan dan pengembangan ekosistem digital saat ini. Bank Mandiri juga sudah merasakan besarnya impact dari open banking API, baik untuk nasabah, bank, dan mitra fintech atau e-commerce, untuk bekerja sama dalam satu platform. Makanya, ketika program ini diluncurkan, Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang langsung “berlari” karena selama ini telah berkolaborasi dengan ekosistem fintech.

Kini, dengan Mandiri API, Bank Mandiri semakin terdepan dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk mengintegrasikan produk dan layanan perbankan pada platform dan aplikasi fintech secara real time. Pengalaman financial terbaik di Bank Mandiri menjadi pelajaran berharga bagi mitra fincteh yang memanfaatkan program Mandiri API. “Kami berharap, keberadaan Mandiri API ini dapat menjadi solusi perluasan jaringan bisnis mitra, selain juga menjadi alternatif contact-point nasabah kepada Bank Mandiri,” ujar Sunarto. 

Mandiri API memungkinkan mitra bisnis dengan mudah mengakses informasi serta mengintegrasikan layanan dan produk perbankan yang dimiliki Bank Mandiri pada platform digital milik mitra. Hal ini mempermudah kerjasama Bank Mandiri dengan para mitra berplatform digital, baik itu e-commerce, fintech, start-up, dan korporasi lain. Sehingga menunjang pertumbuhan platform digital mitra melalui ketersediaan layanan perbankan yang andal dan jaringan nasabah Bank Mandiri yang luas.

“Misalnya, melalui Mandiri API kita fasilitasi digital platform untuk bisa top up e-money, digital payment, seller financing, kita sediakan jalur pengajuan pinjaman untuk kredit UMKM secara digital dengan cepat tanpa tatap muka, kita juga tingkatkan kepastian dan kecepatan pembayaran dari pelanggan mitra melalui direct debit,” paparnya.

Tak hanya itu. Mandiri API juga menawarkan kemudahan integrasi berbagai layanan transaksi perbankan lainnya pada digital platform mitra, seperti transfer antar rekening, transfer antarbank, bill payment, auto debit, dan lain-lain. Berkat API, jaringan top up dan update saldo mandiri e-money menjadi sangat luas karena dapat dilakukan secara mobile melalui aplikasi yang sudah bermitra dengan Bank Mandiri.

Secara volume dan nominal, jumlah transaksi melalui Mandiri API juga terus meningkat. Transaksi top up e-money, misalnya, sudah mencapai 2,5 juta transaksi per bulan, disbursement melalui seller-financing mencapai Rp45 miliar per bulan, sedangkan transaksi melalui direct debit sudah mencapai 40.000 transaksi per bulan. Hal ini menunjukkan manfaat Mandiri API yang telah dirasakan langsung oleh para mitra dan nasabah.

Tak belebihan jika sejak pertama dibuka ke publik pada awal September 2020, Mandiri Api langsung kebanjiran mitra. Pada bulan pertama saja, mitra yang sudah mendaftar di potral API Mandiri di https://developer.bankmandiri.co.id mencapai 300 mitra. Mereka ingin bergabung di komunitas Mandiri API mengikuti jejak fintech dan start-up raksasa yang selama ini jaringan e-commerce-nya sudah menggurita, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, LinkAja, KoinWork, dan Amartha.

Beberapa mitra fintech dan start-up yang telah menjadi mitra Mandiri API mengakui besarnya manfaat yang mereka rasakan dengan bersinergi melalui program open banking Mandiri API. “Dengan bersinergi dengan Mandiri Online Financing, pelapak dapat memanfaatkan BukaModal untuk memaksimalkan produksi dan penjualannya, sehingga memberikan dampak positif bagi pendapatannya,” ujar Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak.

Hal senada diungkapkan Co-Founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, dan Direktur Marketing LinkAja, Edward Kilian Suwignyo. Menurut Leontinus, melalui kemitraan dengan Mandiri API, banyak manfaat yang telah mereka dapatkan. “Kami dapat membantu menyederhanakan kehidupan jutaan pengguna kami untuk memperbarui dan mengisi ulang ulang elektronik mereka melalui aplikasi Tokopedia. Ini juga menjadikan kami pasar online pertama di Indonesia yang mendukung iOS NFC untuk transaksi finansial,” ujar Leontinus Alpha Edison.

“Kami bangga menjadi saluran top up Mandiri e-money, alat pembayaran elektronik berbasis kartu yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari untuk bertransaksi keuangan. Kami berharap dengan hadirnya layanan ini dapat memberikan kemudahan lebih bagi para pengguna setia kami,” sambung Edward Kilian Suwignyo.

Apa yang terjadi pada program open banking Mandiri API menjadi konklusi menarik bahwa ketakutan selama ini akan terjadinya persaingan tak sehat antara industri perbankan dengan fintech atau start-up menjadi tak beralasan. Terbukti, Bank Mandiri mampu bersinergi dan saling menguntungkan dengan fintech atau start-up melalui API Mandiri. Bahkan, sinergi tersebut semakin memperluas dan memperdalam inklusi keuangan di Tanah Air. ***

Author

biru_karyaabadi@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *