• Jakarta
  • September 17, 2021
Pangdam Pattimura, Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin
0 Comments
Spread the love

JAKARTA: Upaya Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) bersama Pengurus Pusat Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (PP Siwo PWI) untuk menghidupkan kembali Sarung Tinju Emas (STE) terus mendapat dukungan. Kali ini dukungan dating dari Pangdam Pattimura Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin.

“Saya sangat mendukung penyelenggaraan tersebut. STE merupakan program yang bagus untuk pembinaan tinju amatir Indonesia,” kata Jeffry Apoly Rahawarin.

Jauh hari sebelumnya dukungan datang dari Bupati Terpilih Halmahera Selatan Usman Sidik. Dalam berbagai pertemuan dengan pengurus Siwo PWI Pusat, termasuk saat Rakernas Siwo PWI 2021 di Jakarta, Maret lalu, Usman menyatakan siap menjadi tuan rumah STE. Sesuai dengan kesepakatan antara PP Pertina dan PP Siwo PWI, kejuaraan tinju amatir bergengsi di Tanah Air yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir itu akan digelar awal Agustus 2021.

Jeffry Apoly Rahawarin,  kelahiran Kota Ambon, Maluku, 21 Januari 1964,  mengatakan STE merupakan turnamen tinju amatir berkelas. Dulu di era keemasannya, STE yang merupakan garapan PP Pertina dan Siwo PWI Pusat begitu membumi. Namun setelah itu menghilang.

Lebih lanjut dikatakan STE di Maluku Utara ini bisa dijadikan seleksi akhir bagi atlet Pelatnas tinju yang akan bertanding di SEA Games, Hanoi, Vietnam, November 2021.

“Kami mendukung, ini program yang bagus. Salah satu sarana untuk seleksi akhir Pelatnas tinju sebelum terbentuk tim Merah Putih,” tutur  Jeffry Apoly yang juga ketua harian PP Pertina.

Hanya saja dia berharap mutasi Covid-19 pada bulan Agustus nanti penanganannya semakin membaik. Sejauh ini dikatakan penyebaran virus Covid-19 di Maluku Utara memang termasuk rendah.

“Tapi ini event nasional, berbagai atlet daerah akan masuk ke Maluku Utara. Kita tetap harus menjaga protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Semoga kondisi Covid-19 di Indonesia semakin rendah, sehingga STE bisa diselenggarakan sesuai harapan dari segi kesehatan dan keselamatan atlet,” imbuhnya.

Disinggung soal keamanan, jenderal bintang dua itu berani menggaransi. Sebagai putra Ambon dia sangat memahami kondisi keamanan di wilayahnya. “Saya berani bilang aman soal keamanan, karena ini wilayah saya,” tandasnya.

PP Pertina bekerja sama dengan Siwo PWI Pusat berencana menghidupkan kembali STE yang sempat menghilang. Terakhir turnamen ‘adu jotos’ bergengsi ini digelar pada 2017 di Kota Bogor.

Kini, STE kembali masuk agenda PP Pertina kepengurusan Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjutak. Rencananya akan dilangsungkan di Maluku Utara pada 1-7 Agustus 2021.

Komaruddin Simanjuntak mengatakan STE menjadi uji coba bagi petinju yang akan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 2-15 Oktober.

“Setidaknya turnamen STE tidak bentrok dengan agenda Pertina dan persiapan PON Papua maupun SEA Games XXXI di Hanoi, Vietnam, November-Desember 2021,” kata Komaruddin Simanjuntak.

Sementara itu, Sekjen PP Pertina Warta Ginting mengatakan akan membuat surat pemberitahuan kepada 34 Pengprov Pertina. Dia menyebut akan mengundang 153 petinju dari 28 provinsi yang lolos kualifikasi PON Papua untuk tampil di STE.

Selain itu menurut Wakil Sekjen PP Pertina H. Djasman Abubakar, STE juga bisa dijadikan seleksi akhir atlet Pelatnas yang diproyeksikan ke SEA Games Hanoi, Vietnam.

Sejauh ini Pelatnas tinju digelar di dua tempat. Sebanyak 11 atlet digembleng di Batam dibawah arahan pelatih kepala Erzon (PP/Kepri). Tim Merah ini juga dipoles oleh Darman Hutauruk (Riau) dan Bonyx Saweho (Sulut).

Sedangkan Tim Putih bermarkas di  Banten Academy Boxing. Tim ini ditangani trio pelatih Pahotma Holomoan Sitompul yang biasa dipanggil Bang Ucok, Rudi Umboh (Malut), dan Kusdiono (Jabar). ***

Author

biru_karyaabadi@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *