• Jakarta
  • 26 November 2021
0 Comments
Spread the love

SERANG: Provinsi Banten mampu mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olah Raga Tradisional Nasional  (Potradnas) VIII tahun 2021 di Belitung, Bangka Belitung (Babel), 21 – 24 Oktober 2021.

Banten meraih Juara Umum dengan raihan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Setelah itu diikuti Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah.

Emas Banten diperoleh dari Lari Balok dan Panahan, medali Perak dari Sumpitan dan medali Perunggu diperoleh dari Ketapel.

Sukses ini melanjutkan keberhasilan Banten meraih juara umum pada Potradnas VII di Bantul, Yogyakarta tahun 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani mengatakan, keberhasilan kontingen Provinsi Banten sangat membanggakan.

“Selamat atas keberhasilan kontingen Provinsi Banten menjadi juara umum Potradnas 2021. Prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan,” kata Ahmad Syaukani setelah menerima penyerahanan Piala Juara Umum Potradnas VIII dari Ketua Kontingen Banten Junaedi.

Menurut Junaedi yang juga Kepala Bidang Olahraga,  keberhasilan menjadi juara umum Potradnas VIII merupakan kelanjutan sukses Kontingen Banten yang berjaya meraih juara umum pada Potradnas VII di Bantul, Yogyakarta tahun 2019.

Disebutkan, Kontingen Banten yang berkekuatan 35 orang atlet  beserta ofisial pada Potradnas VIII mengikuti lima cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, yaitu : Ketapel, Panahan, Egrang, Lari Balok dan Sumpitan.

Selarasa Pariwisata

Usai penutupan Potradnas VIII, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan bahwa olahraga tradisional merupakan kekayaan budaya yang luhur dan agung, di mana olahraga sangat membuat hidup aktif dan jasmani sehat.

“Olahraga tradisional selalu dalam kemasan kegembiraan, baik dalam pesta-pesta sebuah hasil budidaya seperti cocok tanamnya sukses, biasanya dibarengi dengan pesta olahraga tradisional. Itu ciri khas awalnya sehingga perlu kita lestarikan dan ajang Potradnas ini bagian untuk melestarikan,” kata Raden Isnanta.

Dalam rangka melestarikan ajang yang diikuti oleh 374 peserta dari 18 Provinsi dan tiga Kabupaten itu, Raden Isnanta mencoba selaras dengan pariwisata, lantaran sejalan dengan konsep yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam peringatan Haornas 2021 lalu.

“Olahraga tradisional sangat mungkin dikombinasikan dengan pariwisata, karena olahraga tradisional ini erat kaitannya dengan budaya dan pariwisata juga bisa dilihat dari dimensi budayanya, kuliner serta alam,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltung, Isyak Meirobie mengatakan bahwa kegiatan seperti Potradnas ini sangat diharapkan untuik menjadi stimulator kebangkitan setelah bertarung melewati pandemi gelombang kedua Covid-19.

“Melalui Potradnas ini menjadi indikator kebangkitan Indonesia dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi,” ucap Wabup Isyak.

Lebih lanjut dirinya juga berkeinginan Kabupaten Belitung ke depannya memiliki gelanggang olahraga tradisional yang berkelas internasional.

“Kita punya alam yang bagus, seperti pantai yang bisa menjadi gelanggang olahraga tradisional dan harapan saya sekaligus impian kami tidak hanya menonton cabang olahraga yang global di televisi, sehingga harapan kami orang-orang di luar negeri nonton kita semua sedang mempertandingakan olahraga tradisional,” ucapnya.

Dalam bagian lain Turnamen Direktur Jahya Madjid menyatakan secara umum kegiatan berjalan dengan baik. Meskipun ada protes namun itu merupakan hal biasa dalam suatu kegiatan olahraga.

“Saya melihat semua lancar dan semua bisa menikmati dengan gembira,” kata Yahya Madjid yang berpengalaman menjadi Technical Delegate pada olahraga prestasi itu. ***

Author

biru_karyaabadi@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *