• Jakarta
  • 26 November 2021
Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng membuka Webinar dilaksanakan KBRI Phnom Penh.
0 Comments
Spread the love

IPOJURNAL – “Inklusivitas, keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan juga kesempatan” merupakan tema yang melekat pada Webinar “Sociopreneurship di Kalangan Muda untuk Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Komunitas ASEAN di Indonesia dan Kamboja” yang diselenggarakan pada 27 Oktober 2021 secara hybrid.

Webinar ini diselenggarakan KBRI Phnom Penh untuk mendukung perekonomian dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, webinar ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2021. Webinar dibuka oleh Y.M. Sudirman Haseng, Duta Besar RI untuk Kamboja; dengan narasumber yang hadir secara fisik, yaitu Richard Yim, Co-founder dan President Demine Robotics and Quantum, dan Kongngy Hav, Direktur My Dream Home (MDH); serta hadir secara daring Prof. Prof. Bramantyo Djohanputro, Ketua PPM Sekolah Tinggi Manajemen; Eva Bachtiar, Co-Founder Garda Pangan; dan Gigih Septianto, Co-Founder dan CEO WeCare.id, dan berlaku sebagai moderator adalah A. Yathriba, dari KBRI Phnom Penh. Para peserta yang mengikuti webinar tersebut hadir langsung di Phnom Penh dan daring via Zoom.

“Tema sociopreneurship kami pilih mengingat saat ini sociopreneurship sedang berkembang di kalangan pemuda yang memandang bahwa sociopreneurship merupakan solusi atas keinginan menjalankan bisnis, namun pada saat bersamaan juga mengatasi kembali permasalahan yang muncul di masyarakat,” ungkap Duta Besar Sudirman Haseng pada saat sambutan pembuka.

“Pemuda ini memiliki dinamika sebagai pendorong perubahan politik, ekonomi, dan sosial yang dapat dilihat dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, pemuda melalui sociopreneurship-nya juga memiliki peranan penting dalam mencapai SDGs,” ujar Dubes seperti dilaporkan KBRI Phnom Penh melalui rilisnya.

Peranan penting pemuda ini meliputi 6 kunci SDGs, yaitu Tujuan No. 2 (mengakhiri kelaparan), No. 4 (pendidikan), No. 5 (kesetaraan gender), No. 8 (kerja layak), No. 10 (mengurangi ketimpangan), dan No. 13 (memerangi perubahan iklim). Para narasumber yang hampir semuanya merupakan para pemuda dan pemudi ini mengatakan bahwa dalam melakukan bisnis saat ini tidak bisa terlepas dari kewajiban sosial untuk menjaga masyarakat dan lingkungan sekitar.

Presiden Quantum menyampaikan bahwa pemuda di Asia Tenggara memiliki kemampuan untuk dapat melakukan inovasi, khususnya dalam teknologi, asalkan diberikan kesempatan. Saat ini, Demine Robotics dan Quantum telah menciptakan beberapa produk teknologi yang tidak hanya membantu dalam menangani pemberantasan ranjau darat di kawasan, tetapi juga produk industri lainnya yang juga telah diekspor ke luar negeri.

Salah satu visi My Dream Home adalah dapat menyediakan rumah yang layak bagi seluruh masyarakat Kamboja. Hal ini diwujudkan oleh Direktur MDH dalam menciptakan balok bata dengan desain khusus, dengan harga yang lebih terjangkau dan juga mudah untuk dipasang bahkan oleh masyakarat umum.

Menanggulangi kelaparan merupakan tujuan SDGs No. 2, yang mana telah dilakukan Garda Pangan melalui food bank-nya. Selain memberikan makanan berlebih kepada yang memerlukan agar tidak menjadi food waste, CEO Garda Pangan juga memberikan edukasi akan bahaya food waste bagi lingkungan kepada masyakarat.

Kelayakan untuk hidup juga tidak terlepas dari kesehatan. Hal ini diwujudkan oleh WeCare.id di mana start upnya membantu mengumpulkan dana dari masyarakat sehingga masyarakat dapat turut langsung berperan serta membantu sesama.

Sesi diakhiri dengan paparan Ketua Sekolah Manajemen PPM yang menyampaikan bahwa ke depannya semakin banyak pemuda akan menggunakan sociopreneurship untuk menghadapi tantangan sosial dan lingkungan. Kegiatan sociopreneurship juga akan berjalan dengan lebih baik jika mendapatkan dukungan dari Pemerintah.

Webinar ini mendapatkan antusiasme dari para peserta, baik yang hadir di tempat dan juga hadir secara daring. Selain diskusi, webinar juga dimeriahkan oleh Pusat Budaya Indonesia (Pusbudi) Nusantara KBRI Phnom Penh yang membawakan Tari Zapin dari Provinsi Riau.

Webinar dapat disaksikan ulang di akun YouTube KBRI Phnom Penh di TV. ***

Author

biru_karyaabadi@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *