• Jakarta
  • 26 November 2021
0 Comments
Spread the love

IPOJURNAL: Sebanyak 509 siswa dan siswi bersaing untuk memperebutkan tiket ke Fornas 2022 pada Invitasi Olahraga Tradisional Pelajar Kabupaten Tangerang yang akan berlangsung Sabtu (20/11/2021) mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Minat para pelajar sangat tinggi  untuk mengikuti invitasi yang diadakan di   Pelataran parkir Gedung Usaha Usaha Daerah Kabupaten Tangerang.

Meskipun ada pembatasan undangan hanya 20 sekolah unggulan olahraga tradisional karena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 peserta tetap tinggi.

Tercatat ada 509 siswa-siswi yang akan bersaing dalam invitasi olahraga tradisonal itu.

“Itulah perkembangan terakhir sesuai dengan hasil manager meeting,tehnical meeting dan drawing. Kami bangga atas antusias pelajar dalam melestarikan olahraga tradisional. Ketika  zaman normal setiap tahun digelar,sebelum pandemic 19,pesertanya antara 1400 – 1500 siswa/siswi,” kata Tehnical Delegate Yahya Majid kepada wartawan.

Dia mengemukakan, pelaksanaan di  pelataran parkir Gedung Usaha Usaha Daerah

– Kabupaten Tangerang menjadi bukti dan motto bahwa olahraga masyarakat bisa dilaksanakan dimana saja termasuk di Fasum seperti lahan parkir dan lainnya.

“Dari invitasi ini yang terbaik akan disiapkan untuk mewakili Kabupaten Tangerang ke Fornas 2022,” ujar Yahya Majid yang juga Ketua Bidang Organisasi Portina.

Disebutkan, invitasi mempertandingkan cabang olahraga Ketapel, Egrang, Lari Balok, Sumpitan, Terompah Panjang, Dagongan.

Yahya Majid menjelaskan, olahraga tradisional merupakan kegiatan aktivitas fisik yang efektif untuk meningkatkan kebugaran. Berbagai jenis olahraga tradisional cukup banyak yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun kenyataannya hanya beberapa jenis olahraga tradisional yang dikenal.

“Invitasi Olahraga Tradisional Antar Pelajar Kabupaten Tangerang Tahun 2021 dilaksanakan dalam upaya dan melestarikan olahraga tradisional di Indonesia agar olahraga tradisional tidak punah. Selain itu juga untuk bisa memasalkan olahraga tradisional di masyarakat Indonesia pada umumnya, khususnya adalah di kalangan pelajar di Kabupaten Tangerang,” kata Yahya Majid kepada para wartawan, Jumat (18/11/2021).

Yahya Majid menjelaskan, mengingat masih dalam suasana pandemi virus corona (Covid-19) maka jumlah peserta dibatasi.

Selain itu setiap peserta kegiatan harus berusaha untuk tidak tertular dan tidak menularkan virus Covid-19 dengan mencegah masuk/keluarnya droplet melalui mulut, hidung, dan mata.

Cara-cara yang harus dilakukan adalah: 1. Membersihkan tangan secara teratur dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol/hand

sanitizer. Selalu menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih (terkontaminasi droplet virus). 2. Menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplet dari orang yang bicara, batuk, atau bersin serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan. Jika tidak memungkinkan melakukan jaga jarak maka dapat dilakukan dengan berbagai rekayasa administrasi dan teknislainnya.3. Menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut, hingga dagu, menggunakan masker kain, sebaiknya gunakan masker kain 3 lapis.

“Kita laksanakan seluruh kegiatan dengan disiplin prokes yang ketat,” ucap Yahya Majid yang ditunjuk oleh Kormi Kabupaten Tangerang sebagai TD.

Untuk memperlancar kegiatan pertandingan maka diadakan pertemuan teknis (Technical Meeting, Manager Meeting dan Drawing) pada  Jum’at (19/11/2021) pukul 14.00 – 16.00 WIB

Di  Ruang Rapat Lt. 4 Gedung Usaha – Usaha Daerah  Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Juga diadakan  pertemuan panitia dan wasit/juri pada hari dan tempat yang sama mulai pukul 16.00 – 17.00 WIB. ***

Author

biru_karyaabadi@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *